Wanita Ini Ditinggalkan Suami Bersama Dua Anak Masih Kecil, Siapa Sangka Kini Dia Dikenali Ramai Seluruh Dunia.

Dewasa ini, banyak wanita yang ingin berkahwin dengan lelaki berjaya, sudah punya rumah, kereta dan sebagainya dengan tujuan untuk melalui hari-hari bahagia dan tidak perlu hidup susah. Namun, tidak semua orang bernasib baik, seperti wanita ini.

Mungkin ramai tidak begitu mengenalnya, tetapi hampir semua orang di Asia Timur seperti Hongkong, Taiwan dan lain-lain pernah memakan pangsit buatannya. Ia adalah pangsit Wanchai Wharf, Madame Chong. Sewaktu muda, ia seperti semua gadis pada umumnya, ingin menemukan lelaki kaya dan baik untuk dinikahi dan memiliki kehidupan yang bahagia. Namun, takdir yang berlaku sebaliknya.

Chong dilahirkan di sebuah keluarga miskin di Rizhao, Provinsi Shandong pada tahun 1945. Di usia yang masih kecil dan belum mengerti apa-apa, ia sudah harus bekerja untuk membantu orang tuanya. Di usia 14 tahun, ayahnya tiba-tiba pergi dan tidak kembali lagi. Untuk mencari nafkah, ibunya pun membawanya dan saudaranya untuk bekerja di Qingdao.

Kerana tidak tahan melihat ibunya bekerja sendiri untuk menampung seluruh keluarga, ia pun berhenti sekolah dan menjadi seorang jururawat.
Semasa menjadi jururawat itulah, Chong berkenalan dengan seorang lelaki berasal dari Thailand yang kemudian menjadi suaminya. Pada saat itu, ia mengira Tuhan telah melihat penderitaannya dan mengirim seorang lelaki tampan dan berjaya. Sejak berkahwin mereka hidup bahagia. Chong juga melahirkan 2 orang putri yang cantik dan hidup bahagia bersama suaminya selama 6 tahun.

Pada tahun 1974, suaminya tiba-tiba berkata ingin kembali ke Thailand dan berjanji untuk membawa Chong serta kedua putrinya setelah dia pulang kembali. Pada saat itu, ekonomi Thailand jauh lebih berkembang daripada Tiongkok. Jika mereka sekeluarga pindah ke Thailand, tentu kehidupan mereka juga akan lebih baik. Namun ternyata, suaminya tidak datang menjemput mereka setelah 3 tahun pulang ke Thailand. Chong kemudian membawa kedua putrinya ke Thailand untuk mencari suaminya. Setelah tiba di sana, ia melihat kenyataan yang tidak dapat diterimanya. Suaminya menikah lagi dengan wanita lain di Thailand dan memiliki seorang anak lelaki.

Akhirnya terbongkar suaminya menikah lagi karena mereka tidak mempunyai anak lelaki. Di Thailand, poligami juga diperbolehkan, sehingga keluarga suaminya membiarkannya untuk memiliki isteri kedua. Tapi bagi Chong, dia tidak menerima suaminya berkahiwn lain. Akhirnya dia pun pergi meninggalkan suaminya membawa kedua putrinya dengan wang dalam 200 dolar (sekitar RM100) di dompet.

Ketika transit di Hong Kong, Chong tidak mampu lagi membeli tiket kembali ke Tiongkok. Chong dan putrinya pun terdampar di jalanan yang asing. Dia merasa sangat putus asa, tapi begitu memikirkan kedua anak perempuannya, ia pun bangkit lagi dan berusaha.

Setelah bertanya sana sini, Chong menyewa sebuah bilik kecil seluas 4 meter persegi di Causeway Bay. Untuk mencari nafkah, dia hanya tidur selama empat jam sehari, dan menghabiskan sisa waktunya untuk bekerja.

Namun, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Chong tidak sengaja terluka saat bekerja, dan bosnya yang tidak bertanggung jawab bukan hanya tidak membayar biaya perubayannya, tetapi juga membuat alasan untuk tidak membayar upah dan memecatnya.

Untungnya, dengan bantuan pengacara yang baik, dia berhasil mengambil kembali upahnya 4000 dollar (RM2000) dan biaya ganti rugi sebanyak 30000 dollar (RM15000).

Namun, Chong hanya mengambil kembali upahnya, tidak mengambil bayaran ganti rugi. Dia berkata bahwa “martabat lebih penting daripada wang”. Kerana kesehatannya menurun, Chong tidak lagi bekerja seperti sebelumnya.

Suatu kali, dia membuat pangsit untuk menjamu teman-temannya, dan ternyata semua teman-temannya memuji pangsit yang ia buat, enak katanya.

Kemudian atas saranan seorang teman, ia pun memulai berniaga berjualan pangsit di pinggir jalan dengan bantuan dua putrinya. Tidak ada yang menyangka bahwa dari situlah, bisnisnya maju terus hingga sekarang sudah dieksport ke pelbagai negara.

Kerana kenakannya, pangsit yang dijual chong dengan cepat menjadi terkenal di Hong Kong. Orang ramai sanggup beratur panjang demi makan semangkuk pangsit buatannya. Pada tahun 1983, pemilik Department Store Jepang Daimaru tiba-tiba datang ke Chong dan berkata bahwa ia ingin melabur dalam bisnes pangsitnya dan memasarkannya di supermarket. Awalnya Chong menolak dengan tegas, namun pada akhirnya, setelah perusahaan itu terus berkompromi, akhirnya Chong setuju untuk memproduksi pangsit beku dengan merek ‘Wanchai Wharf’ dan masuk ke supermarket.

Kini, pangsit Wanchai Wharf tidak lagi hanya di Hong kong, tapi sudah ada di mana-mana. Tidak disangka Chong yang tadinya ditinggalkan oleh suaminya dan melarat di jalanan bersama kedua orang anaknya yang masih kecil, kini telah menjadi seorang pengusaha yang berjaya dengan mempunyai pendapatan puluhan juta ringgit dalam setahun.

Seorang wanita tidak perlu bergantung pada suami untuk hidup bahagia dan berjaya. Dengan usaha dan kerja keras sendiri, wanita juga boleh berjaya dan dihormati.

Sumber: Toutiao

 

Apa Kata Anda? Dah Baca, Jangan Lupa Komen Dan Share Ya. Terima Kasih 🙂

Jom Like Page Kami Juga Di Facebook @Go go Tular

Sumber: informasitrending

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*